Berita
Telah Wafat, Salah Seorang Santri Berdedikasi Daarut Tauhiid

Telah Wafat, Salah Seorang Santri Berdedikasi Daarut Tauhiid
Almarhumah Ratna Puspita Wahyu telah berkarya di DT selama kurang lebih 15 tahun. Ia dikenal sebagai orang yang disipin, penuh semangat, dan baik kepada siapa pun.

Menjelang dini hari, Whatsapp Group Santri Karya (karyawan) Daarut Tauhiid (DT) dikejutkan oleh informasi dari salah seorang Santri Karya yakni Asep Hikmat, yang menyampaikan bahwa Ratna Puspita Wahyu, Kepala Sekretariat Pusat DT Peduli telah wafat pada usia 36 tahun. Menurutnya, istri dari Yusuf Rizal, Santri Karya Kopontren DT itu wafat saat berjuang melahirkan sang buah hati.
 
Kabar tersebut tentu membuat seisi penghuni Whatsapp Group merasa kaget, sedih, namun diiringi dengan ucapan Innalillahi wa inna ilaihi rajiun dan  doa Allahummaghfirlaha warhamha wa’afiha wa’fuanha.
 
Asep juga mengungkapkan ia mendapat berita duka tersebut langsung dari Yusuf, suami almarhumah. “Meninggalnya bersama bayi dalam kandungan, karena pecah ketuban. Posisi sekarang masih di RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin), ba’da subuh insya Allah disalatkan di Masjid DT,” jelasnya pada Rabu (27/12).
 
Setelah jenazah dibawa pihak keluarga ke Masjid DT, KH. Abullah Gymnastiar (Aa Gym) yang memimpin salat jenazah, dan mendoakan agar almarhumah diampuni segala dosanya, dilapangkan alam kuburnya, dan mendapat tempat terbaik di surga-Nya Allah SWT. Suasana pun semakin mengharukan, saat Aa Gym juga turut mengangkat keranda jenazah almarhumah ke luar masjid menuju mobil ambulance.
 
Almarhumah Ratna Puspita Wahyu telah berkarya di DT selama kurang lebih 15 tahun. Ia dikenal sebagai orang yang disipin, penuh semangat, dan baik kepada siapa pun. Tidak heran bila ratusan Santri Karya ikut mengantar jenazah almarhumah ke kampung halamannya di Garut, Jawa Barat.
 
Setelah kembali disalatkan oleh keluarga besar dan tetangga di Garut, jenazah Ratna pun dikebumikan. Doa-doa tulus keluar dari para Santri Karya dan semua yang hadir di sana. Yusuf Rizal, suami almarhumah mengucapkan rasa terima kasihnya atas perhatian semua pihak terhadap almarhumah istrinya.
 
“Istri saya waktu mulai terasa mau melahirkan, saya bawa ke bidan yang biasa cek di sana. Ternyata ketubannya pecah di dalam, beliau kejang-kejang, lalu segera kami bawa ke RSHS, dan di perjalanan menuju RSHS itulah beliau menghembuskan nafas terakhir. Bayi kami juga tidak dapat diselamatkan,” kata Yusuf sambil menyeka air mata yang menetes ke pipinya.
 
Ia juga meyakini bahwa istrinya insya Allah syahid di mata Allah SWT. Sebagaimana hadis Rasulullah saw, “Mati syahid ada 7 selain yang terbunuh di jalan Allah: Orang yang mati karena thaun, syahid. Orang yang mati tenggelam, syahid. Orang yang mati karena ada luka parah di dalam perutnya, syahid. Orang yang mati sakit perut, syahid. Orang yang mati terbakar, syahid. Orang yang mati karena tertimpa benda keras, syahid. Dan perempuan yang mati, sementara ada janin dalam kandungannya.” (HR. Abu Daud).






Berikan Komentar Via Facebook
comments powered by Disqus

Berita Lainnya
Sumur bagi Rakyat Somalia
Sumur bagi Rakyat Somalia
Rabu, 27 Desember 2017
Warga Mogadishu, Somalia akan segera mempunyai sumur air). Saat ini sumur yang mampu mencukupi kebutuhan air untuk 200 kepala keluarga itu sedang dibuat.